Recent Posts

    Jumat, 22 Mei 2015

    Do'a Nabi Adam a.s. - Taubat


    Resep Mendidik


    1— Jika melihat anakmu menangis, jangan buang waktu untuk mendiamkannya. Coba tunjuk burung atau awan di atas langit agar ia melihatnya, ia akan terdiam. Karena psikologis manusia saat menangis, adalah menunduk.

    2— Jika ingin anak-anakmu berhenti bermain, jangan berkata: "Ayo, sudah mainnya, stop sekarang!". Tapi katakan kepada mereka: "Mainnya 5 menit lagi yaaa". Kemudian ingatkan kembali:"Dua menit lagi yaaa". Kemudian barulah katakan:"Ayo, waktu main sudah habis". Mereka akan berhenti bermain.

    3— Jika engkau berada di hadapan sekumpulan anak-anak dalam sebuah tempat, yang mereka berisik dan gaduh, dan engkau ingin memperingatkan mereka, maka katakanlah: "Ayoo.. Siapa yang mau mendengar cerita saya, angkat tangannya..". Salah seorang akan mengangkat tangan, kemudian disusul dengan anak-anak yang lain, dan semuanya akan diam.

    4— Katakan kepada anak-anak menjelang tidur:"Ayo tidur sayang.. besok pagi kan kita sholat subuh", maka perhatian mereka akan selalu ke akhirat. Jangan berkata: "Ayo tidur, besok kan sekolah", akhirnya mereka tidak sholat subuh karena perhatiannya adalah dunia.

    5— Nikmati masa kecil anak-anakmu, karena waktu akan berlalu sangat cepat. Kepolosan dan kekanak-kanakan mereka tidak akan lama, ia akan menjadi kenangan.
    Bermainlah bersama mereka, tertawalah bersama mereka, becandalah bersama mereka. Jadilah anak kecil saat bersama mereka, ajarkan mereka dengan cara yang menyenangkan sambil bermain.

    6— Tinggalkan HP sesaat kalau bisa, dan matikan juga TV. Jika ada teman yang menelpon urusan tak penting, katakan:"Maaf saaay, saat ini aku sedang sibuk mendampingi anak-anak". Semua ini tidak menyebabkan jatuhnya wibawamu, atau hilangnya kepribadianmu. Orang yang bijaksana tahu bagaimana cara menyeimbangkan segala sesuatu dan menguasai pendidikan anak.
    Selain itu, jangan lupa berdoa dan bermohon kepada Allah, agar anak-anak kita menjadi perhiasan yang menyenangkan.

    #Sharing dari FB

    Bekal Rumah Tangga

    Nanti...
    Saat kamu jadi istri, lalu melihat suamimu pulang dengan wajah kusam, jangan tanya ini tanya itu, Jangan ucapkan 'kenapa'?, 'ada apa'?, 'punya masalah apa'?.
    Mengertilah, solusi bagi seorang lelaki hanyalah menyendiri.
    Cukup sediakan teh manis dan tersenyum, atau selimut hangat agar dia bisa tenang.

    Dan begitu pun lelaki yang kelak menjadi suami, pahamilah bahwa seorang perempuan justru sebaliknya. Setiap ada masalah ingin didengarkan.
    Yah.. Biarkanlah ia ceritakan semua masalahnya.
    Cukuplah bagimu setia mendengarnya, meski tak bisa memberi solusi.
    Jangan biarkan ia menjadi istri yang banyak bicara ke teman-temannya, tetangga, atau ibu-ibu di majelis ta'lim. Cukup kamu saja yang tahu. Para istri yang banyak bicara, entah gosip atau obrolan biasa, adalah korban dari suaminya yang tak mendengarkan keluh kesahnya.

    Nanti...
    jika kamu jadi istri, wajar jika meminta suamimu untuk membantu pekerjaanmu. Tapi satu-satu saja, jangan menyuruhnya membeli kebutuhan rumah, menjemput anak, atau benerin atap bocor secara bersamaan. Lelaki itu butuh fokus, tidak seperti perempuan yang bisa menyelesaikan seabrek pekerjaan dalam satu waktu.

    Dan jika kamu jadi suami, pahamilah, meski tinggal di rumah, tapi pekerjaan seorang istri amatlah banyak. Janganlah buru-buru memarahinya jika ada gelas yang belum dicuci misalnya. Mungkin saja ia lelah karena seharian mengurus sisi lain rumah dan mendidik anakmu. Saling mengertilah, kalian bisa bekerja sama, bukan..?

    Nanti,...
    jika kamu jadi istri. Kusarankan jangan bandingkan keadaan kalian dengan orang lain. 'Mas, tetangga kita udah beli mobil baru lho'. Tahukah... Seorang lelaki, mendengar kata2 seperti itu bagai diinjak-injak harga dirinya. Yang terjadi, bukan motivasi untuk kaya, tapi justru melemahkan semangatnya. Bersabarlah, lebih baik katakan ini, "Mas, gapapa deh tetangga sebelah punya mobil baru, yang penting aku masih punya kamu Mas." Uwih, ge-er seorang lelaki, itu bagai sumbu yang mengobarkan semangatnya. Jangan heran, gombalanmu akan membuatnya semangat memberi hadiah mobil mewah untukmu.

    Dan yang kelak menjadi suami, janganlah melarang istrimu jika hendak mengunjungi ibu dan ayahnya. Berpuluh-puluh tahun mereka merawat dirinya dan belum sempat membalas budi, ia telah memilih dirimu yang hanya orang asing untuk menyerahkan segala bakti dan setia berjuang bersamamu. Bila perlu, kalian bisa sama-sama mengunjungi mereka. Nah, karena sekarang masih jomblo, maka fokuslah memperbaiki diri menjadi pasangan terbaik.

    Usahlah ikuti cara mereka yang disana, belum mampu menjadi orang tua tapi udah bersapa 'Abi-Ummi'. Belum paham jadi pasangan baik tapi udah bersapa 'Mamah-Papah'. Belum halal lagi. Maka berdoalah..
    Semoga Allah beri keberkahan dalam biduk rumah tangga kita kelak.
    Ya Allah.. Tuntunlah langkah ini, agar kelak mampu, menjadi istri dan ibu terbaik. Lalu jumpai hamba, dengan seseorang yang sedang ikhtiar tuk jadi suami sekaligus ayah terbaik. Aamiin..

    #sharing nasihat dari satu grup WA

    Periksa, Periksa, Periksa!


    Jika kau merasa benar, periksa hatimu.
    Mungkin ia sedang bengkak.

    Jika kau merasa suci, periksa jiwamu.
    Mungkin itu putihnya nanah dari luka hatimu.

    Jika kau merasa tinggi, periksa bathinmu.
    Mungkin ia sedang melayang kehilangan pijakan.

    Jika kau merasa wangi, periksa ikhlasmu. Mungkin itu asap dari amal sholehmu yang hangus dibakar riya.

    Senin, 06 April 2015

    KALENDER SHAUM DI 2015 M (1436-1437 HIJRIAH)

    Beberapa pekan yang lalu saya mau cek tanggal shaum ayyamul bidh. Kemudian saya googling, alhamdulillah akhirnya saya dapatkan salah satu kalender shaum. Tapi setelah saya perhatikan, ada yang nggak sreg dengan kalender tersebut, yaitu menggunakan kata puasa bukan shaum.

    Bagi sebagian orang mungkin tidak ada masalah atau tidak mempermasalahkan pemakaian kata puasa atau shaum. Namun jika dicermati lebih lanjut, ternyata ada perbedaan mendasar antara puasa dengan shaum. Selengkapnya silakan baca artikel Puasa dan Shaum, Sama? (belum diposting)

    Dilatarbelakangi hal di atas, akhirnya saya membuat kalender sendiri. Pada kalender yang saya buat, saya tidak lagi menggunakan kata puasa, melainkan menggunakan kata shaum. Harapannya, kita terbiasa menggunakan istilah-istilah yang memang akrab dengan syariat yang ditetapkan.

    Kalender berikut menggunakan kode warna yang berbeda untuk membedakan antara shaum A dengan shaum B, dengan shaum C dan lain-sebagainya. Selengkapnya bisa dibaca di keterangan yang terdapat pada bagian bawah kalender.

    Semoga kalender ini bermanfaat bagi saya khususnya dan bagi muslimin.
    Diperbolehkan menyebarkan kalender ini.

    Untuk mengunduh Kalender Shaum dengan kualitas bagus,
    silakan download melalui link berikut KALENDER SHAUM

    Cara download:
    - setelah klik link
    https://drive.google.com/file/d/0Bwhom40lxLBDMjAtdmprakd5LXc/view?usp=sharing


    Iklan Atas Artikel

    Iklan Tengah Artikel 1

    Iklan Tengah Artikel 2

    Iklan Bawah Artikel